Siap-Siap, KPK Mulai Sasar Agenda Andalan Anies Baswedan

jpnn. com , JAKARTA – Tip Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menanyakan program Rumah DP 0 Rupiah kepada sejumlah saksi. Program itu  satu diantara inisiatif Gubernur Anies Baswedan saat memulai masa kepemimpinannya.

Penyidik mendalami arah Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya melakukan logistik tanah di Munjul, Jambar Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada 2019.

Lembaga yang dipimpin Firli Bahuri itu menebak peruntukan pengadaan tanah dalam Munjul untuk program Panti DP 0 Rupiah.

“Kami mengonfirmasi pada saksi-saksi terkait kejadian tersebut, didalami lebih jauh, ” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (12/8).

Oleh karena itu, penyidik mengontrol Pelaksana Harian Badan Pembinaan BUMD periode 2019 Riyadi pada Selasa (10/8).

Fikri mengatakan pendalaman terhadap peruntukan pembelian tanah di Munjul perlu dilakukan tidak terlepas dari bagian penyidikan.

“Fokus pada penyidikan perkara tanah di Munjul ini,   tetapi tak lepas dari latar kecil peruntukan juga perlu digali lebih jauh, ” sekapur Fikri.

Pada Selasa (10/8), tim penyidik KPK memeriksa Pelaksana Harian Badan Pembinaan BUMD periode 2019 Riyadi jadi saksi dalam kasus telaahan korupsi pengadaan tanah pada Munjul Tahun Anggaran 2019.

Tempat diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Direktur Sempurna Perumda Pembangunan Sarana Hebat Yoory Corneles Pinontoan.

Riyadi ditanyai mengenai mekanisme program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Tertinggal Video Pilihan Redaksi itu:

Baca Juga:

Author: Eric Nelson