Rektor

jpnn. com awut-awutan Buruk muka kaca dibelah. Tak pandai menari lantai dibilang berjungkit.

Dua ungkapan itu adalah peribahasa untuk menggambarkan seseorang dengan menyalahkan orang lain tempat kesalahan yang dia kerjakan sendiri.

Ketika becermin dan menemui mukanya buruk, kaca dengan disalahkan, lalu dipecah.

Baca Selalu:

Ketika ia tidak bisa menari, ia menyalahkan lantai yang berjungkit tidak rata.

Itu budaya khas keturunan Indonesia yang menunjukkan jeleknya tabiat kita. Tidak mau mengakui kesalahan, dan bahkan melempar kesalahan kepada orang lain.

Itulah salah satu tabiat buruk yang banyak dikerjakan manusia Indonesia.

Baca Juga:

Ungkapan itu barangkali benar diarahkan kepada Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, PhD, yang sekarang pusat banyak disorot.

Ia dianggap menyalahi statuta, anggaran dasar dan anggaran famili kampus.

Author: Eric Nelson