Pekerja IHT Khawatir Bakal Kehilangan Kegiatan

Pekerja IHT Khawatir Bakal Kehilangan Kegiatan

jpnn. com , JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menilai rencana kenaikan cukai serta harga jual eceran rokok maka akan memengaruhi kelangsungan hidup para pekerja di industri hasil tembakau (IHT).

Berdasarkan data FSP RTMM-SPSI, selama 10 tahun terakhir sebanyak 63 ribu pekerja sektor IHT terpaksa kehilangan pekerjaannya.

Jumlah pelaku industri rokok juga berkurang dari 4. 700 perusahaan menjadi 700 perusahaan saja per 2019.

Baca Juga:

“Kenaikan tarif cukai dan HJE ibarat agenda tahunan yang mencekik IHT. Beleid tersebut berimbas pada pengurangan produksi khususnya industri sigaret kretek tangan (SKT), dan berdampak pada efisiensi tenaga kerja, ” ujar Ketua FSP RTMM-SPSI Sudarto.

Kerugian di sektor IHT terkait, menurut dia, tidak hanya dipicu oleh kenaikan cukai. Selain dri rencana kenaikan cukai, sektor IHT kini juga tengah menghadapi regulasi yang dinilai menghambat keberlangsungan industri tembakau seperti kenaikan HJE, rencana revisi PP 109/2012, dan rencana ekstensifikasi cukai.

“Kami setiap tahun selalu menarik agar kenaikan cukai moderat serta kalau memungkinkan berdasarkan nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi, ” tutur dia.

Lihat Juga:

Dia berharap pemerintah menjaga kelangsungan IHT dan industri makanan minuman demi menjaga kelangsungan hidup jutaan penduduk dan keluarganya yang bekerja di sektor tersebut.

“Regulasi yang dibuat pemerintah sebaiknya mempertimbangkan kepentingan sepenuhnya pihak, terutama tenaga kerja. Buat sektor SKT, sebaiknya dilindungi sebagai produk asli Indonesia, ” pungkasnya. (chi/jpnn)

Author: Eric Nelson