Libatkan BUMDes Untuk Kurangi Kasus Penyaluran Pupuk Bersubsidi

jpnn. com , JAKARTA – Bagian Komisi IV DPR MENODAI Andi Akmal Pasluddin meminta ada perbaikan persoalan pembagian pupuk bersubsidi.

Politikus PKS ini menjelaskan pembaruan persoalan penyaluran pupuk bersubsidi ini untuk mengurangi durasi penyimpanan pada lini tertentu terutama pada distributor & peningkatan pengawasan pupuk Subsidi.

“Sangat penting pelibatan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) jadi agen penyalur pupuk subsidi, ” kata Akmal usai pelaksanaan Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian yang juga memper direksi PT Pupuk Indonesia Holding Company, Selasa (21/9).

Mengucapkan Juga:

Menurut Akmal, BUMDes sebagai bagian lantaran perpanjangan institusi pemerintahan tempat akan berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

“Ini ke depannya akan dapat mengurangi durasi penyimpanan pupuk bersubsidi sehingga tidak mengendap begitu lama, dan sekaligus ada penguatan pengawasan pupuk bersubsidi yang beredar pada wilayah tingkat pedesaan, ” ujar Akmal.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini mengucapkan sisa stok pupuk bersubsidi di akhir tahun 2021 sebesar 1. 899. 646 ton harus dipastikan tepat dapat mengamankan stok introduksi tahun 2022.

Baca Juga:

Perlu ada uji masifnya pelibatan BUMDees pada sinergi Kemampuan Penyediaan Pupuk Untuk Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2021 sehingga ada anutan yang kuat bahwa pelibatan BUMDes merupakan upaya yang baik untuk meningkatkan kinerja dan efiseinsi terdistribusinya gemuk subsidi ke petani.

“Pada kedudukan lini IV inilah, gemuk berada di gudang pemasok dan kios pada kelas kabupaten, kecamatan hingga dukuh, terjadi proses durasi yang terlalu lama penyimpanan pupuk subsidi tidak segera di lepas ke petani. Keterangan ini langsung saya dapatkan ketika berinteraksi langsung secara pelaku usaha tani, indah pada saat bimtek maupun silaturahmi ke kediaman para petani, ” ungkap Akmal.

Author: Eric Nelson