BP2MI Dorong Pemda Siapkan CPMI Terampil dan Profesional

jpnn. com , JAKARTA – Awak Pelindungan Pekerja Migran Nusantara (BP2MI) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tentang penempatan serta pelindungan Pekerja Migran Nusantara (PMI) di Aula Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta, Rabu (21/4).

Menurut Benny, langkah itu merupakan kesepahaman dengan Negeri Daerah (Pemda) ketiga, setelah sebelumnya dengan Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sangihe.

“Karena pemerintah dalam hal ini BP2MI memiliki berbagai keterbatasan, yang tidak mungkin bekerja sendiri tanpa bekerja sama, bergandeng tangan dengan stakeholder, terutama Pemda, ” ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

Baca Selalu:

Oleh karena tersebut, lanjut Benny, momentum keadaan ini sepatutnya dimaknai sebagai bentuk nyata kolaborasi membangun antar pemangku kepentingan, jarang pemerintah pusat dan negeri daerah maupun pihak preman, para pelaku usaha. Tercatat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di dalamnya serta tentu masyarakat sipil atau NGO untuk bersama-sama mewujudkan PMI yang merdeka, berdaya, dan sejahtera.

Benny menambahkan, terlebih lagi amanat Undang-Undang No. 18/ 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang menyampaikan tanggungjawab kepada Pemerintah Kawasan untuk peningkatan kapasitas Calon PMI.

“Kami berharap Pemda Kabupaten Minahasa Utara dapat menolong untuk menyosialisasikan program-program BP2MI, serta berkomitmen untuk menjatah anggaran pelatihan dan sertifikasi kompetensi sebagaimana diamanahkan UNDANG-UNDANG 18/2017, ”   perkataan Benny.

Baca Juga:

Lebih lanjut Benny mengatakan, untuk peluang kerja ke negara Jepang dan Korea Daksina, hingga saat ini gres 20% dari kuota penempatan ke Jepang yang terpenuhi dimana dibutuhkan 500 gaya perawat (nurse) dan pembela lansia (caregiver) untuk rancangan G to G, mengikuti 70. 000 untuk besar SSW.

Selain itu, 25, 71% kuota yang baru terpenuhi untuk penempatan ke Korea Selatan, dimana dibutuhkan 8. 800 orang untuk rancangan G to G.

Author: Eric Nelson