Bank Panin Sunat Kewajiban Pajak dengan Suap Rp 25 Miliar

jpnn. com , JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pejabat PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin menjanjikan suap sebesar Rp 25 miliar kepada Direktur Pemeriksaan serta Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji.

Uang itu bertujuan agar jumlah kewajiban pembayaran pajak disesuaikan dengan rencana dari Panin Bank atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, suap itu diberikan oleh petinggi Bank Panin Veronika Lindawati (VL) pada Angin. Forlo mengatakan, Veronika sejauh ini diduga sudah memberikan suap sebesar SGD 500 ribu atau kira-kira Rp 5, 39 miliar (kurs Rp 10. 796).

“Total komitmen sebesar Rp 25 miliar, ” kata Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Selasa (4/5).

Uang sogok puluhan miliar itu dikasih Veronica agar Angin & Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Pertolongan Pemeriksaan pada Ditjen Retribusi membantu mengurus pemeriksaan Bank Panin untuk pajak 2016.

Veronika Lindawati diketahui memegang kaum jabatan di perusahaan persekutuan Panin. Sejak 2010 tenggat sekarang, dia tercatat jadi Komisaris PT Paninkorp, Komisaris PT Panin Investment (2010-sekarang), Komisaris Independen PT Clipan Finance Indonesia Tbk (2007 sampai sekarang), dan Financial Controller PTWisma Jaya Artek (2002-sekarang). Dia mengawali kariernya sebagai head of book keeping PT Bank Panin Tbk pada 1995-1997.

Dalam melayani pemeriksaan itu, Angin bergandengan Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodasj jumlah kewajiban pembayaran pajak yang mampu disesuaikan.

“Pemeriksaan perpajakan juga tak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, ” kata Firli.

Selain menerima suap dari Veronika terkait pemeriksaan pajak Bank Panin, Angin dan Dadan juga diduga menerima suap terkait pemeriksaan pajak PT Gunung Madu  Plantations buat pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama untuk pajak 2016 dan 2017.

Terkait buatan pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak itu, Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap sebab Ryan Ahmad Ronas serta Aulia Imran Maghribi jadi perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap sebesar total SGD 3 juta yang diserahkan oleh Agus Susetyo jadi perwakilan PT Jhonlin Baratama pada Juli-September 2019.

Firli membenarkan, penyidikan kasus dugaan suap ini tidak akan mundur dengan menetapkan enam karakter sebagai tersangka. Dia menekankan, tim penyidik akan tetap mengembangkan dan mengusut kejadian ini.

Tak tertutup kemungkinan, dari pengembangan tersebut, KPK akan menetapkan tersangka baru ataupun bahkan menerapkan pasal pembilasan uang.

“Kenapa saya katakan pokok? Saat ini kami mengusut kasus suap terkait tanggapan hadiah atau janji namun tadi disampaikan apakah kita berhenti di sini tetap tidak, karena tindak pidana korupsi harus buktikan suap dan bagian korupsinya sekaligus kita lihat apakah aksi pidana lain yaitu tindak pidana pencucian uang, ” tegas Firli.

KPK sudah menetapkan Angin Prayitno Aji mengikuti Dadan Ramdani sebagai tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Tak cuma itu, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, Veronika Lindawati demi kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan retribusi terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Baca Selalu:

Author: Eric Nelson